Efek Samping sering Mengkonsumsi Jeroan Secara Berlebihan

Efek Samping sering Mengkonsumsi Jeroan Secara Berlebihan

Jeroan memang lebih enak lezat disantap didalam menu sop, soto atau kudapan yang digoreng, jeroin sendiri adalah sebutan lain dari organ internal hewan potong yang dapat dipotong manusia, meliputi ayam, bebek, kambing dan sapi.

Namun tahukah anda bahwa jeroan memiliki efek samping sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatan anda dan bila dikonsumsi lebih dari porsi yang dianjurkan, jika belum bisa untuk menghindari diri dari konsumsi jeroan mulailah dengan mengurangi porsi konsumsinya, membatasi konsumsi jeroan menjadi porsi mini atau kurang dari delapan puluh lima gram makan sekali dalam sebulan, anda ingin tahu efek samping yang ditimbulkan jika mengkonsumsi jeroan secara berlebihan untuk itu cari tahu jawabannya berikut ini.


Mitos atau fakta mengenai makan jeroan
  • Mengandung merkuri, jadi memang ada berita yang menyebutkan bahwa jeroan termasuk juga dagingnya mengandung logam berat seperti merkuri  kemudian timbal, tapi sebetulnya semua makan makanan yang dikonsumsi itu seharusnya melewati beberapa proses dulu,  termasuk juga ketika proses ternaknya, dan diindonesia sebetulnya sudah diatur oleh kementrian pertanian, dan bagaimana untuk bisa mendapatkan hewan ternak yang memang kualitas bagus karena sebenarnya logam berat tadi itu dapat jeroan didalam daging karena adanya polusi yang dihirup.
  • Penyebab utama terjadinya sakit pinggang atau encok serta asam urat, kalau asam urat memang betul karena didalam jeroan mengandung namanya asam amino urin yang kalau dipecah didalam tubuh menjadi asam urat, dan asam urat tadi kalau membentuk kristal kemudian menumpuk disaluran kencing dan juga ginjal pun, ketika dia menimbulkan serangan bisa ada keluhan sakit pinggang, yang kita sebut kolik.
  • Menyebabkan jerawat, ini ada betulnya karena bagaimana timbulnya jerawat salah satu faktor resikonya kalau kita konsumsi makanan yang tidak seimbang nutrisinya, jeroan ini tinggi asam lemak jenuh jika konsumsi berlebihan akibatnya menyebabkan diat kita tidak seimbang dan bisa memicu timbulnya jerawat.
  • Membuat kulit wajah menjadi lebih gelap dan kusam, secara umum sama seperti timbulnya jerawat dan lain, kalau kita konsumsi lemak jenuh yang terlalu banyak dalam diet kita sehari hari pasti membuat badan dan kulit kita terlihat tidak cerah juga, orang yang jarang makan buah dan sayur biasanya kulit muka dan badannya tidak cerah, apalagi sering konsumsi lemak jenuh dari jeroan ini.
  • Otak sapi memiliki kandungan protein dan lemak yang sehat, jadi otak adalah jeroan yang paling tinggi kadar lemaknya dan paling tinggi kolesterol, jadi satu porsi otak sapi itu kira kira enam puluh lima gram, itu kolesterolnya sama mengkonsumsi kelosterol dari sepuluh butir kuning telor ayam, jadi seratus gram otak sapi itu kolesterolnya sampai tiga ribu sedangkan kita boleh sekitar 200 sampai 300 ml perhari, jadi yang paling tinggi itu lemak kemudian lidah, jadi kalau berbicara gorengan yang pertama lemaknya tinggi kolesterolnya tinggi.

Kapan yang harus dihindari menikmati jeroan?
Untuk orang yang punya kadar kolesterol tinggi dalam darah sudah pasti harus dipantang, karena kalau orang yang sudah kolesterol tinggi hanya bisa konsumsi kolesterol dalam satu hari 200 miligram sedangkan kolesterol yang ada pada jeroan seperti hati, paru, babat itu kadar kolesterol 200 sampai 300 miliram jadi sudah melampaui batas harian, dan yang kedua orang dengan asam urat yang tinggi, berarti harus membatasi komsumsi purin dari jeroan, jadi orang yang tinggi asam urat juga tidak boleh untuk memakannya, tapi ternyata kolesterolnya normal dan asam urat normal masih boleh icip seminggu sekali dan jangan keseringan untuk mengkonsumsinya.

0 Response to "Efek Samping sering Mengkonsumsi Jeroan Secara Berlebihan"

Catat Ulasan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel