Penyebab Ketindihan saat Tidur, Penjelasan menurut Pakar Medis

Penyebab Ketindihan saat Tidur Penjelasan menurut Pakar Medis
Ketindihan atau dalam bahasa medis sleep paralysis sering disalah artikan sebagai kejadian supranatural, padahal itu merupakan bentuk kondisi medis yang tidak berbahaya dan cukup normal untuk dialami banyak semua orang, terus
apa penyebab ketindihan saat tidur, penjelasan menurut pakar medis, simak dulu kejadian berikut ini.

salah satunya aktris asal bandung cika jessika pernah mengaku mengalami ketindihan saat sedang tidur, ia menganggap kejadian tersebut sebagai peristiwa mistis akibat adanya kekuatan ghaib disekelilingnya.

Tidak hanya didalam negeri selebritas internasional jessica alba pun mengaku pernah ketindihan hantu ketika remaja, pengalaman itu tak akan pernah terlupakan baginya, bagaimana tidak saat itu jessica sedang tidur dikamarnya tiba tiba terbangun karena merasa ada yang menindih tubuhnya, namun ketika membuka mata tidak ada siapapun dikamarnya dan ketika mencoba untuk tidur lagi merasa ada lagi yang menindih tubuhnya, jessica yang masih berumur lima belas tahun itu takut dan berlari ke kamar orang tuanya.


Ketindihan atau kelumpuhan ketika waktu tidur, suatu siklus yang bisa terjadi pada siapa saja, kenapa bisa begitu karena ada ketidak seimbangan dari siklus tidur, tidur tidak sebenarnya tidak sesederhana seperti kita memejamkan mata jadi ketika tidur itu akan meng off fase kesadaran kita lalu otak kita akan tetap bekerja mengambil alih untuk membuat jadi tidur.

Mitos atau fakta penyebab seputar ketindihan

  • Terjadi karena mahluk ghaib, kalau dilihat dari segi medis disebabkan karena mahluk ghaib sebenarnya tidak, kadang terkait juga dengan budaya setempat, diluar negeri juga ada misal alien atau hantu, tapi diindonesia karena budaya lebih cenderung menginfluensikan mistik segala macam, dan itulah yang muncul karena nanti difase tidur akan muncul halusinasi, halusinasinya tertanam dengan budaya mistis sejak kecil.
  • Tubuh terasa lumpuh dan tidak bisa bergerak atau bicara, jadi intinya ketika kita tidur ada fase tidur REM (rapid eye movement) atau fase bergerakan mata begitu cepat dan tidak bergerak cepat, fase tidur itu ada fase satu sampai tiga dan  terjadi rem terus sampai terulang kembali, dalam satu malam bisa berulang bisa sampai lima atau tujuh kali, dimana mimpi sering terjadi, terjadi difase rem gerakan mata cepat tapi tubuh akan menjadi lemas dan lumpuh, disengajakan oleh otak supaya memperbaiki atau repair fungsi lainnya.
  • Terjadi karena stress, kalau strees ini sebenarnya bukan karena masalah ketindihannya tapi dengan adanya stress tidur menjadi kurang bagus, jadi kualitas tidurnya terganggu, dan jika terganggu masih mungkin menyebabkan tidak sinkron antara gelombang otak dengan tubuh.

Normalnya ketika fase rem tidur ketika mau bangun itu sejajar, artinya otak mulai sadar badan mulai kuat tapi ada beberapa kondisi situasi akhirnya fase otak sudah fase bangun tapi masih belum kuat, akhirnya kita sadar mata bisa bergerak tapi badan tidak bisa bangun, waktu terasa berat, otot tidak bisa gerak segala macam disini karena masih perlahitan tidur dan bangun, sering muncul halusinasi yang akan muncul berdasarkan dari kebudayaan setempat seperti soal mistis, karena dari kecil sudah dianggap ketindihan mahluk halus atau segala macam itu kita melihat suatu hal kita tidak bisa nafas, tidak bisa gerak seseolah seperti itu.

Pada kondisi itu biasanya kita ingin melawan ingin teriak seolah olah kita ingin menghindarinya.

Penyakit yang mirip dengan ketindihan
Bisa terjadi terkena stroke ketika bangun tidur menyebabkan kita seperti ketindihan tidak bisa bergerak tapi cuma sebelah.

Soal ketindihan diberbagai negara
Ternyata fenomena ketiduran tidak hanya terkenal diindonesia saja, perasaan yang mencekam diiringi dengan tubuh yang tidak bisa digerakkan seperti ditindihi makhluk ghaib, rupanya dialami oleh orang diberbagai negara.

Dalam budaya Kamboja, Laos dan Thailand gangguan tidur ini disebut Peom mengacu pada kejadian dimana seseorang tidur dan bermimpi mahluk halus memegangi atau menahan tubuh orang mengajak orang untuk tinggal kealam mereka.

Dibudaya Turki ketindihan disebut Karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang dikala tidur menekan dada seseorang tersebut dan mengambil nafasnya.

Sementara dibudaya Islandia fenomina ini sering disebut marak artinya hantu yang menduduki dada seseorang dimalam hari berusaha membuat orang tersebut sesak nafas dan mati lemas, demikian Penyebab Ketindihan saat tidur, Penjelasan menurut Pakar Medis, terima kasih sudah berkunjung.

0 Response to "Penyebab Ketindihan saat Tidur, Penjelasan menurut Pakar Medis"

Catat Ulasan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel